Yuk kita simak!
A. Model Warna
1. RGB (Red Green Blue)
RGB adalah suatu model warna yang terdiri atas 3 buah warna: merah (Red), hijau (Green), dan biru (Blue), yang ditambahkan dengan berbagai cara untuk menghasilkan bermacam-macam warna.
Kegunaan utama model warna RGB adalah untuk menampilkan citra / gambar dalam perangkat elektronik, seperti televisi dan komputer walaupun juga telah digunakan dalam fotografi biasa.
2. CMYK (Cyan Magenta Yellow Key)
CMYK adalah model warna yang biasanya digunakan di percetakan (Printer, Sablon, dll). Tinta process cyan, process magenta, process yellow, process black dicampurkan dengan komposisi tertentu dan tepat serta akurat sehingga menghasilkan warna cetak yang tepat.
CMYK adalah model warna yang biasanya digunakan di percetakan (Printer, Sablon, dll). Tinta process cyan, process magenta, process yellow, process black dicampurkan dengan komposisi tertentu dan tepat serta akurat sehingga menghasilkan warna cetak yang tepat.
3. HSL (Hue Saturation Lightness)
HSL adalah suatu model warna yang diperoleh dari color space RGB dan device dependent color space. Berdasarkan pada presepsi dasar manusia, HSL model tersusun atas tiga karakteristik warna dasar :
- Hue adalah warna yang direfleksikan atau pun ditransmisikan sebuah objek. Nilainya diukur dari lokasi pada roda standar warna, yang diekspresikan dengan nilai derajat sudut di antara 0° dan 360°. Dalam penggunaannya, hue mengidentifikasikan nama dari sebuah warna seperti merah, orange (jingga), atau hijau.
- Lightness adalah sebuah ukuran relative skala pencahayaan (lightness) atau kegelapan (darkness) dari sebuah warna, umumnya diukur sebagai persentase dari 0% (black) sampai dengan 100% (white).
- Saturation, sering dikenal dengan chroma, yaitu ukuran atau kemurnian sebuah warna, Saturation merepresentasikan ukuran (kuantitas) dari proporsi keabuan pada hue, ukurannya dalam bentuk persentase dari 0% (gray) sampai dengan 100% (fully saturated). Pada roda standar warna, nilai saturation dari pusat roda (lingkaran) menuju tepian roda akan semakin bertambah.
4. LAB color lightness (LAB)
LAB Color Model (Lab) berdasar kepada persepsi manusia atas warna, merupakan salah satu dari beberapa model warna yang diproduksi oleh Commission Internationale d’Eclairage (CIE), suatu organisasi yang dipersembahkan untuk menciptakan standard untuk semua aspek cahaya.Nilai numeric di dalam Lab menguraikan semua warna yang ditangkap seseorang dengan penglihatan normal.
Sebab, Lab menguraikan bagaimana suatu warna dilihat dibandingkan dengan beberapa banyak bahan warna tertentu yang diperlukan untuk suatu alat (seperti: suatu monitor, desktop printer, atau kamera digital) untuk menghasilkan warna.
Lab dianggap sebagai suatu device-independent color model.Color management system menggunakan Lab sebagai acuan warna untuk perubahan yang dapat diramalkan, suatu bentuk warna dari satu color space ke color space yang lain.Lab menguraikan warna dalam kaitannya dengan luminance atau lightness-components (L) dan dua chromatic components (a), komponen merah dan hijau dan (b) komponen (kuning dan biru).
1. Fungsi Identitas
Warna memiliki kegunaan atau fungsi untuk mempermudah orang untuk mengenali identitas suatu kelompok, brand, perusahaan, bahkan suatu organisasi.
Sebagai contoh, warna hijau banyak digunakan untuk organisasi keagamaan di Indonesia. Inilah mengapa warna sangat penting karena kita bisa melihat suatu tujuan organisasi hanya dari warnanya saja.
2. Fungsi Isyarat dan Komunikasi
Berkomunikasi dengan warna? Yes, inilah fungsi lainnya dari sebuah warna. Kita ambil contoh, dalam suatu pertempuran salah satu kubu mengibarkan bendera warna putih, yang berarti sebagai tanda menyerah.
Selain itu, warna sebagai media berkomunikasi juga sering kita temukan di lampu lalu lintas, dimana lampu dengan warna hijau berarti jalan, kuning berarti bersiap dan merah berarti berhenti. Dengan adanya warna inilah isyarat sebuah perintah bisa tersampaikan hanya dengan warna saja.
3. Fungsi Psikologis
Dari sudut pandang kejiwaan warna bisa dikaitkan dengan karakter-karakter manusia. Orang yang mempunyai karakter introvert lebih senang dengan warna-warna panas dan cerah. Karena tipe orang seperti ini biasanya terbuka, lebih memandang ke luar daripada kedalam diri sendiri.
4. Fungsi Alamiah
Warna adalah properti benda tertentu dan merupakan penggambaran sifat obyek secara nyata. Atau warna mampu menggambarkan sifat obyek secara nyata. Sebagai contoh, warna hijau untuk menggambarkan daun, rumput dan warna biru untuk laut, langit dan sebagainya.
5. Fungsi Estetika/Keindahan
Keberadaan warna memudahkan setiap orang dalam melihat dan mengenali suatu benda. Contohnya apabila kita meletakan benda di tempat yang sangat gelap, mata kita tidak mampu mendeteksi obyek tersebut dengan jelas.
Warna memiliki kegunaan atau fungsi untuk mempermudah orang untuk mengenali identitas suatu kelompok, brand, perusahaan, bahkan suatu organisasi.
Sebagai contoh, warna hijau banyak digunakan untuk organisasi keagamaan di Indonesia. Inilah mengapa warna sangat penting karena kita bisa melihat suatu tujuan organisasi hanya dari warnanya saja.
2. Fungsi Isyarat dan Komunikasi
Berkomunikasi dengan warna? Yes, inilah fungsi lainnya dari sebuah warna. Kita ambil contoh, dalam suatu pertempuran salah satu kubu mengibarkan bendera warna putih, yang berarti sebagai tanda menyerah.
Selain itu, warna sebagai media berkomunikasi juga sering kita temukan di lampu lalu lintas, dimana lampu dengan warna hijau berarti jalan, kuning berarti bersiap dan merah berarti berhenti. Dengan adanya warna inilah isyarat sebuah perintah bisa tersampaikan hanya dengan warna saja.
3. Fungsi Psikologis
Dari sudut pandang kejiwaan warna bisa dikaitkan dengan karakter-karakter manusia. Orang yang mempunyai karakter introvert lebih senang dengan warna-warna panas dan cerah. Karena tipe orang seperti ini biasanya terbuka, lebih memandang ke luar daripada kedalam diri sendiri.
4. Fungsi Alamiah
Warna adalah properti benda tertentu dan merupakan penggambaran sifat obyek secara nyata. Atau warna mampu menggambarkan sifat obyek secara nyata. Sebagai contoh, warna hijau untuk menggambarkan daun, rumput dan warna biru untuk laut, langit dan sebagainya.
5. Fungsi Estetika/Keindahan
Keberadaan warna memudahkan setiap orang dalam melihat dan mengenali suatu benda. Contohnya apabila kita meletakan benda di tempat yang sangat gelap, mata kita tidak mampu mendeteksi obyek tersebut dengan jelas.
Disini, warna mempunyai fungsi ganda dimana bukan hanya aspek keindahan saja, namun sebagai elemen yang membentuk diferensial atau perbedaan antara obyek satu dengan obyek yang lainnya.
Itulah fungsi dari warna dalam grafis. Penting diketahui jika warna bukan hanya pemanis semata tetapi juga sebagai hal yang krusial dalam kehidupan.
3. Karakter Warna
A. Hitam
Warna ini memiliki karakter yang kuat, penuh percaya diri, perlindungan, elegan, megah, dramatis, dan misterius. Warna hitam juga melambangkan duka dan menimbulkan perasaan tertekan.
B. Putih
Sebuah warna yang melambangkan kemurnian, kepolosan, memberikan kesan perlindungan, ketenteraman, kenyamanan, dan memudahkan refleksi. Penggunaan warna putih yang berlebihan bisa menimbulkan perasaan dingin, steril, kaku, dan terisolir.
C. Abu-abu
Bersifat netral dan serius. Menimbulkan perasaan damai, menciptakan keheningan dan kesan luas. Selain itu, warna ini juga terkesan dingin, kaku, dan tidak komunikatif.
D. Merah
Memiliki karakter membangkitkan energi, aktif, agresif hangat, komunikatif, aktif, optimis, antusias, dan bersemangat.. Warna merah berkaitan dengan ambisi dan Memberi kesan sensual, mewah, berkemauan keras, dan penuh semangat. Terlalu banyak warna merah bisa merangsang kemarahan dan agresivitas.
E. Kuning
warna yang sifatnya menonjol, cerah, membangkitkan energi, komunikatif, dan merangsang kemampuan berpikir serta memberi kesan semangat untuk maju dan toleransi tinggi. Pengaruh warna ini antara lain riang, dermawan, dan sukses. Penggunaan yang kurang tepat justru akan menimbulkan kesan menakutkan.
F. Biru
Memberi kesan perasaan yang mendalam. Menimbulkan perasaan tenang, dan dingin, melahirkan perasaan sejuk, memberi kenyamanan dan perlindungan. Selain itu warna biru juga memberikan pengaruh lemah lembut, bijaksana, cepat puas, pangasih dan penyayang, tidak mudah tersinggung dan banyak kawan. Warna biru yang kuat bisa merangsang kemampuan intuitif dan memudahkan meditasi. Namun berhati-hatilah, terlalu banyak biru dapat menimbulkan kelesuan.
G. Hijau
Warna yang melambangkan elastisitas keinginan. Cenderung pasif, bertahan, mandiri, posesif, susah menerima pemikiran orang lain. Pengaruh dari warna ini antara lain teguh dan kokoh, mempertahankan miliknya, keras kepala, dan berpendirian tetap. Nuansa hijau dapat meredakan stress, memberi rasa aman, dan perlindungan..Tapi warna hijau juga dapat menimbulkan perasaan terperangkap.
H. Ungu
Warna ini berkesan sensual, feminim, antik, yang juga anggun, dan hangat. Bersifat kurang teliti namun penuh harapan. Ungu yang gelap mampu menambah kekuatan intuisi, fantasi, dan imajinasi, kreatif, sensitif, memberi inspirasi, dan obsesi.
J. Orange/Jingga
Sifat atau karakter warna oranye hampir memiliki kesamaan dengan warna merah. Warna ini melambangkan sosialisasi, kekuatan, percaya diri, membangkitkan semangat, vitalitas, dan kreativitas. Menimbulkan perasaan positif, senang, gembira, bisa mengurangi perasaan tertekan. Tetapi bila berlebihan dapat merangsang perilaku hiperaktif.
K. Coklat
Coklat merupakan warna yang netral, natural, hangat, membumi, dan stabil, menimbulkan kenyamanan. Warna yang bersifat akrab, menenangkan, dan bisa mendorong komitmen. Jika terlalu banyak memberi kesan berat dan kaku.
Itulah artikel yang dapat admin sanpasamp untuk menambah wawasan kamu dalam materi desain grafis!
Terima kasih telah berkunjung bosqu :)





Tidak ada komentar:
Posting Komentar